Archive for the ‘Social Media’ Category
Customer Service 2.0
Postingan kedua saya ini lagi-lagi berkaitan tentang sebuah brand di social media. Dan contoh social medianya masih sama, twitter. Didasari karena keluhan saya dengan salah satu provider internet tadi malam. Biasanya, setiap ada keluhan yang berkaitan dengan provider itu saya akan langsung menghubungi Customer Service nya by phone. Tapi entah mengapa, malam itu sulit sekali bagi saya untuk menghubungi CS nya. Nada nya sibuk terus. Karena semakin tidak tahan, akhirnya saya meracau lah di twitter. Dan ternyata memang cukup banyak teman-teman yang bernasib sama seperti saya, sampai akhirnya ada seorang user yang mungkin adalah online CS dari provider ini yang menanggapi keluhan saya. Ia meminta saya mengirimkan data lengkap saya, tapi terlambat. Internet di rumah sudah kembali up.
Saya lalu berpikir, apakah memang sudah saatnya sebuah brand, memiliki CS di social media? Lalu saya menjawab ke diri sendiri, mungkin iya. Melihat statistik pengguna social media, sebut saja Facebook, Twitter, etc yang semakin melonjak, tidak ada salahnya beberapa brand mulai membuka cabang di sana. Ya hitung-hitung sebagai cabang pembantu. Tapi sebenarnya, sudah siapkah mereka terjun ke dunia itu?
Brands, don’t do it on Twitter.
Akhir-akhir ini, sudah bukan rahasia lagi kalau Twitter menjadi salah satu jejaring sosial yang paling diminati. Yang awalnya hanya sekedar update status, berubah menjadi penyebaran informasi tercepat. Wow? Yeah.
Tidak perlu kaget, banyak brand yang sudah dan akan mulai terjun ke situs berlogo seekor burung biru ini. Campaign dari beberapa brand internasional maupun nasional sudah santer terdengar di twitter. Dari mulai sekedar promo satu arah (yang sangat menyebalkan), penyelenggaraan kuis, pemberian tips-tips yang berkaitan dengan produk mereka, bahkan hingga *sebut saja* sebuah online customer service (tipe yang terakhir ini sangat jarang, bisa dihitung jari :p).
Awareness dari brand untuk masuk ke dunia Twitter tentunya cukup menarik untuk diamati. Bagaimana dominasi TVC dan berbagai jenis iklan di media offline lain mulai mendapatkan saingan. Memang, harus diakui media-media offline tampaknya masih jauh di depan. Ancaman dari twitter belum terlalu besar.